Hari ini menemukan artikel lama yang menarik. Mudah-mudahan bermanfaat untuk refleksi kita semua sebagai orangtua. Artikel ini ditulis oleh Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.
Berikut ini artikel selengkapnya:
Anak-anak yang digegas Menjadi cepat mekar Cepat matang Cepat layu…
Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua …
Captive market! Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan. Di samping ketidakpatutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidak tahuannya!
Tuesday, November 26, 2013
Wednesday, September 18, 2013
Ide bisnis? Amati Tiru Modifikasi
Mungkin banyak teman yang ingin memulai bisnis, tapi
bingung...
Mau bisnis apa?
Bagaimana cara menemukan ide bisnis?
Bagaimana memulainya?
Saya juga mengalami hal serupa, saya hunting banyak
buku dan artiel tentang ide bisnis, terutama bisnis untuk Ibu Rumah Tangga
seperti saya..
Namun semakin banyak artikel yang saya baca semakin
bingung menentukan..
Keluarga saya tidak ada yg berlatar belakang pebisnis
(tapi orang tua saya punya kontrakan, hehehe termasuk bisnis dngan resiko kecil
ya J )
Apakah memang sulit untuk menemukan ide bisnis dan
memulainya?
Berikut kutipan artikel dari Suwandono (Motivator dan Penulis Novel)
Apakah
memang sulit untuk menemukan ide bisnis dan memulainya? TIDAK.
Ada metode amat sederhana dan efektif, yakni metode ATM
: Amati, Tiru, Modifikasi.
Metode ini amat mudah diterapkan dan tidak memerlukan
banyak teori.
Siapa pun bisa mengadopsi jurus ATM ini, yang berpendidikan tinggi hingga yang buta huruf, yang memiliki modal kapital dan yang bermodal “dengkul”, yang hidup di kota maupun desa.
Siapa pun bisa mengadopsi jurus ATM ini, yang berpendidikan tinggi hingga yang buta huruf, yang memiliki modal kapital dan yang bermodal “dengkul”, yang hidup di kota maupun desa.
Berikut ini uraian secara garis besar tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan metode ATM.
AMATI
Yang dimaksud adalah mengamati bisnis yang sukses
dijalankan orang lain.
Mengamati bukan dalam arti hanya melihat, akan tetapi mempelajari seluk beluk bisnisnya, menganalisis dan menyimpulkan.
Bisnis yang dipilih untuk diamati tentu bisnis yang bidang dan skalanya sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita (memungkinkan untuk dilakukan).
Jauh lebih baik jika memilih bidang bisnis yang disukai, karena peluang keberhasilannya akan lebih tinggi.
Mengamati bukan dalam arti hanya melihat, akan tetapi mempelajari seluk beluk bisnisnya, menganalisis dan menyimpulkan.
Bisnis yang dipilih untuk diamati tentu bisnis yang bidang dan skalanya sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita (memungkinkan untuk dilakukan).
Jauh lebih baik jika memilih bidang bisnis yang disukai, karena peluang keberhasilannya akan lebih tinggi.
Mengamati, pada prinsipnya adalah proses belajar dan
menyerap pengalaman orang lain.
Oleh karenanya menuntut kejelian dan kecerdikan.
Seorang pengamat yang baik adalah yang berhasil menyerap banyak hal dari obyek yang diamati, termasuk kekurangan dan kelebihannya.
Oleh karenanya menuntut kejelian dan kecerdikan.
Seorang pengamat yang baik adalah yang berhasil menyerap banyak hal dari obyek yang diamati, termasuk kekurangan dan kelebihannya.
Jika misalnya telah memiliki ketertarikan terhadap
suatu bidang bisnis yang terbukti sukses dijalankan orang lain, seyogianya
pengamatan dilakukan tidak hanya pada satu sasaran, jauh lebih baik jika
mengamati beberapa sasaran dengan bidang bisnis yang sama.
Konsultasi dengan pelaku bisnis yang gagal dalam bidang yang sama juga patut dilakukan.
Dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih komprehensif (lengkap).
Konsultasi dengan pelaku bisnis yang gagal dalam bidang yang sama juga patut dilakukan.
Dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih komprehensif (lengkap).
Perihal teknis pengamatan tentu bisa berbeda antar
individu karena setiap orang memiliki gaya masing-masing yang dirasa efektif.
Namun, cara paling mudah untuk memulai proses pengamatan adalah dengan menjadi konsumen dari sasaran yang dimaksud, melakukan dialog dan interaksi langsung.
Namun, cara paling mudah untuk memulai proses pengamatan adalah dengan menjadi konsumen dari sasaran yang dimaksud, melakukan dialog dan interaksi langsung.
TIRU
Setelah proses pengamatan usai dilakukan dan
memperoleh pengetahuan yang cukup, langkah selanjutnya adalah melakukan action.
Jika tidak ingin repot memeras otak dan energi untuk merancang sistem dan berbagai hal teknis, maka langkah meniru adalah cara paling mudah untuk dilakukan.
Jika tidak ingin repot memeras otak dan energi untuk merancang sistem dan berbagai hal teknis, maka langkah meniru adalah cara paling mudah untuk dilakukan.
Yang harus diperhatikan dalam proses meniru adalah
etika dan pertimbangan yuridisnya.
Jangan sampai terjebak dalam situasi yang berakibat buruk, melanggar etika dan hukum.
Prinsip usaha, pola kerja, sistem manajemen, peralatan yang digunakan, proses produksi, standar pelayanan, strategi pemasaran, hingga mentalitas dan fighting spirit adalah hal yang dapat ditiru dan tidak beresiko berurusan dengan hukum.
Jika yang ditiru adalah logo perusahaan, merek dan hal lain yang dilindungi undang-undang, tentu akan berakibat fatal.
Jangan sampai terjebak dalam situasi yang berakibat buruk, melanggar etika dan hukum.
Prinsip usaha, pola kerja, sistem manajemen, peralatan yang digunakan, proses produksi, standar pelayanan, strategi pemasaran, hingga mentalitas dan fighting spirit adalah hal yang dapat ditiru dan tidak beresiko berurusan dengan hukum.
Jika yang ditiru adalah logo perusahaan, merek dan hal lain yang dilindungi undang-undang, tentu akan berakibat fatal.
Proses meniru dimulai dari tahap perencanaan.
Dengan adanya contoh yang telah diamati maka menyusun perencanaan bisnis menjadi amat mudah.
Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti perencanaan tersebut dengan tindakan nyata.
Dengan adanya contoh yang telah diamati maka menyusun perencanaan bisnis menjadi amat mudah.
Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti perencanaan tersebut dengan tindakan nyata.
Dengan menempuh metode “Amati dan Tiru”, dapat memangkas pemborosan waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk menemukan ide bisnis serta memikirkan cara kerjanya.
Keuntungan lainnya adalah bidang bisnis yang diamati dan ditiru adalah bidang bisnis yang telah terbukti diterima “pasar” dan menuai sukses.
Hal ini sejalan dengan salah satu prinsip dasar dalam berbisnis, yakni memilih bidang usaha yang dibutuhkan orang banyak, bukan bidang usaha yang “bisa” kita lakukan.
Karena apa yang bisa kita lakukan/kerjakan belum tentu diterima “pasar” dan menuai sukses.
Apalah artinya kita bisa membuat/memproduksi suatu barang/jasa tetapi tidak laku di pasaran?
MODIFIKASI
Apakah tidak cukup dengan mengamati lantas meniru?
Belum.
Perbedaan kharakter, gaya, sumber daya dan kondisi antar individu menuntut modifikasi harus dilakukan. Selain sebagai penyesuaian, modifikasi juga bertujuan untuk menutup kelemahan (dari hasil pengamatan) dan memberi nilai tambah.
Pada tahapan inilah diperlukan kreativitas dan kejelian, agar perubahan/penyesuaian yang dilakukan dapat menambah daya tarik dan efektifitas.
Perbedaan kharakter, gaya, sumber daya dan kondisi antar individu menuntut modifikasi harus dilakukan. Selain sebagai penyesuaian, modifikasi juga bertujuan untuk menutup kelemahan (dari hasil pengamatan) dan memberi nilai tambah.
Pada tahapan inilah diperlukan kreativitas dan kejelian, agar perubahan/penyesuaian yang dilakukan dapat menambah daya tarik dan efektifitas.
Jika contohnya sudah baik dan terbukti sukses, apakah
tetap diperlukan modifikasi? Menurut saya, modifikasi tetap harus dilakukan.
Selain untuk menghindari disebut plagiat, modifikasi tersebut bertujuan untuk menambah baik hal yang sudah baik. Kita bisa mempermudah, membuat lebih nyaman, lebih sederhana, lebih bersih, lebih sesuai harganya, dan lebih-lebih lainnya.
Selain untuk menghindari disebut plagiat, modifikasi tersebut bertujuan untuk menambah baik hal yang sudah baik. Kita bisa mempermudah, membuat lebih nyaman, lebih sederhana, lebih bersih, lebih sesuai harganya, dan lebih-lebih lainnya.
Metode Amati Tiru Modifikasi ini sebenarnya
adalah metode alamiah yang telah dilakukan oleh semua manusia dalam segala
aspek kehidupan.
Dalam dunia bisnis, hampir semua pelaku bisnis juga telah menerapkan metode ini dalam menemukan ide bisnis baru atau untuk mengembangkan bisnis yang telah ada.
Dalam dunia bisnis, hampir semua pelaku bisnis juga telah menerapkan metode ini dalam menemukan ide bisnis baru atau untuk mengembangkan bisnis yang telah ada.
Sebagai pengusaha property, saya pun melakukan
hal yang sama. Mengamati banyak proyek real estate, melihat trend yang
ada, mempelajari konsep yang diterapkan pengusaha lain yang terbukti sukses dan
lain sebagainya. Dari hasil pengamatan tersebut, saya berusaha meniru dan
memodifikasi untuk pengembangan bisnis saya sendiri.
Bagi pembaca yang memiliki keinginan kuat untuk
berwirausaha tetapi masih belum menemukan ide bisnis dan tak tau cara
memulainya, metode Amati Tiru Modifikasi ini patut dijadikan alternatif
jalan keluar. Amati bisnis orang lain yang terbukti sukses, pelajari segala
sesuatunya, tiru semua hal yang baik, buang yang buruk, modifikasi/sesuaikan
dengan keadaan diri sendiri, mulailah action membangun bisnis.
Untuk menjadi pengusaha sukses tidak harus menjadi
“penemu”, banyak pengusaha hebat yang sebenarnya hanyalah “peniru yang cerdas”.
Meskipun pada awalnya hanya mengamati, meniru dan memodifikasi bisnis orang
lain, pada akhirnya akan bisa menemukan gaya dan seni tersendiri setelah
melakukan action.
Semoga uraian singkat ini dapat menjawab pertanyaan
“Bagaimana cara menemukan ide bisnis? Bagaimana memulainya?”. Semoga.(*)
Salam
Zilah Kris
Salam
Zilah Kris
Tuesday, August 20, 2013
Anak anda masih sering ngompol?
Sekedar
sharing..
Anja anak
pertama saya, sekitar umur 2thn sdh tidak ngompol..
Tiap malam pakai
pospak.. tapi pagi hari selalu dalam kondisi kering..
Kemudian lanjut
Toilet Learning..
Setiap bangun
tidur langsung di bawa ke toilet untuk pipis..
Setiap 2 jam
sekali dibawa ke toilet untuk pipis (kadang udah keduluan Anja pipis di
pospak), sebelum tidur wajib pipis dulu..
Alhamdulillah
tidak sampai usia 2,5 tahun sudah lepas pospak dan sudah tidak ngompol
Cerita tadi
berdasarkan pengalaman saya dengan anak pertama saya..
Sekarang anak
kedua saya masih berumur 1 thn 4 bulan..
Sudah mulai
saya ajarkan Toilet Learning tp karena ngomongnya belum jelas.. kadang saya
sering terlewat.. atau saya tidak paham dengan “TANDA” yg adek sampaikan:D
Saya mencoba
Browsing tentang “OMPOL”
Dan menemukan
Artikel yg bagus ini...
Ternyata....
Pada umur 2 tahun, umumnya anak-anak sudah tidak mengompol di kala tidur siang hari, tapi kadang-kadang masih mengompol pada malam hari. Pada umur 3 tahun, tiga dari empat anak sudah tidak mengompol pada malam hari. Bagaimana bila Balita Anda masih sering ngompol? Ada beberapa penyebab:
- Mengalami keterlambatan proses pematangan sistem saraf. Pada sebagian anak, perkembangan metabolisme yang melibatkan sistem saraf pusat, otot-otot pengontrol kembang-kempis kandung kemih, dan kemampuan otaknya untuk memberi perintah ”bangun” kepada tubuh saat kandung kemih penuh, berjalan lebih lambat.
- Anak tidur sangat nyenyak (deep sleep). Banyak orangtua mengeluhkan anak mereka yang sangat sulit dibangunkan dari tidur. Ini salah satu ciri khas anak-anak yang mengalami masalah mengompol.
Coba kita
terapkan cara-cara berikut:
- Bersikap sewajar. Jangan jengkel, marah, atau panik. Bukahkah ia ngompol tanpa sengaja? Proses perkembangan kemampuan mengontrol fungsi kerja kandung kemih ini memang butuh waktu dan kesabaran. Namun, bukan berarti Anda boleh mengganggapnya hal biasa. Ajak si kecil membantu Anda mengganti sepreinya atau membersihkan bekas ompolnya. Setelah itu, cari kesempatan untuk membicarakan masalah ini tanpa menyalahkannya.
- Bangun rasa percaya diri anak. Selain tidak menyalahkan, apalagi sampai mempermalukannya di depan orang lain, beri pemahaman bahwa dia bukan satu-satunya anak yang masih mengompol. Kalau salah satu dari Anda kebetulan pernah mengalami hal yang sama sewaktu kecil, katakan padanya. Dengan demikian, anak tidak merasa hanya dia yang melakukan 'kesalahan' itu.
- Bantu anak belajar untuk yakin bahwa dia bisa berhenti mengompol. Bantu dia mengajaknya ke kamar mandi dan membuka celananya. Lakukan setelah anak minum susu, atau sebelum dan sesudah tidur. Bahkan, jika anak bangun tidur dan mengompol, ajak dia ke kamar mandi untuk BAK lagi atau sekadar membersihkan badannya. Lakukan secara konsisten. Namun, sebaiknya Anda tidak membangunkan anak di malam hari untuk ke toilet, karena tidak memberi dia kesempatan belajar kontrol BAK atas kesadarannya sendiri.
- Ciptakan sarana yang mendukung proses belajar, misalnya dengan menambahkan alas duduk khusus untuk anak-anak pada dudukan kloset, dan memberi penerangan yang memadai di sepanjang jalan dari kamar tidur ke kamar mandi.
- Beri pujian atau hadiah bila anak tidak ngompol agar dia semakin termotivasi mengatasi masalahnya. Hadiah bisa berupa sekadar memeluk dan menciumnya sampai mengajaknya jalan-jalan ke tempat bermain favoritnya.
- Tanamkan kebiasaan baru, seperti:
- Lebih banyak minum pada siang hari. Namun, jangan menyuruhnya mengurangi minum pada malam hari. Selain tidak membantu mengatasi masalah mengompol, si kecil juga harus tetap cukup minum.
- Menghindari makanan yang banyak mengandung garam atau teh, terutama menjelang tidur malam. Selain tidak baik untuk kesehatan, jenis makanan atau minuman ini bisa merangsang keinginan untuk BAK.
- Membatasi penggunaan popok sekali pakai, misalnya hanya sepanjang perjalanan atau keluar rumah dalam waktu relatif lama. Memang popok jenis ini mempermudah orangtua demi kebersihan dan kesehatan, namun membuat gerak anak terbatas dan dia akan terbiasa BAK kapan saja dan di mana saja.
Ke Dokter
bila:
- Ngompol lagi setelah berhenti minimal 6 bulan. Ini dinamakan ngompol sekunder. Istilah ngompol primer diberikan pada anak yang sejak lahir hingga usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, dan belum pernah “kering” minimal 6 bulan. Pada ngompol sekunder, kadang-kadang diperlukan pemeriksaan radiologi dan laboratorium yang lebih lengkap daripada ngompol primer.
- Mengeluhkan ada rasa panas atau sakit saat BAK Siapa tahu dia mengalami infeksi saluran kemih.
- Makan atau minum lebih banyak dari biasanya disertai sering pipis. Gejala ini biasanya dikaitkan dengan gangguan metabolisme, yakni kencing manis usia dini.
Sumber : Ayah bunda
Subscribe to:
Posts (Atom)