Showing posts with label balita. Show all posts
Showing posts with label balita. Show all posts

Wednesday, August 10, 2016

Toilet Training

Masing-masing anak berbeda-beda waktunya.
Sebaiknya diamati dulu tanda-tanda kesiapan anak menjalani Toilet Training (TT).

Tanda-tanda anak siap menjalani TT :

1. Ketika saat mau melakukan pipis atau pup anak melakukan kegiatan tertentu. Misalkan mojok, jongkok, turun dari kursi atau kegiatan lain yang unik.

2. Saat diapersnya penuh wajahnya gelisah, pegang-pegang diapersnya minta dibuka.

Kalau sudah menunjukkan tanda siap TT.
Kita kasih tau orang dewasa (ayah dan bunda) kalau mau pipis ke toilet. Kalau mau pup ke toilet.. jadi kakak juga ya kalau mau pipis atau pup ke toilet.

Dengan begini nanti lama-lama anak akan memahami bahwa kalau sudah jadi anak gede pipis sama pup di toilet.

Kemudian sugesti anak dengan mulai bilang..
"Waaaah.. udah berapa umur kakak sekarang.. (Dengan wajah happy ya)...
Eh kakak sudah umur x tahun
Udah gede ya.. (puji kebisaannya apa..)
Keren ya kakak udah bisa main ini... kakak udah gede ya? berarti abis ini kalau pipis sama pup di toilet ya.. kan udah gede.."

Terus aja diulang-ulang.
Biar terkoneksi antara pipis dan pup - toilet-anak gede-keren.

Semangat ya bunda !!!

Wednesday, November 19, 2014

Manfaat Sprei waterproof

Sejak pakai sprei waterproof banyak yang merasakan manfaatnya, diantaranya :

1. tidak perlu jemur kasur, tanpa khawatir kasur berjamur, bau dan karatan.

2. Anak-anak bebas beraktifitas diatas kasur tanpa khawatir ada debu tungau penyebab gatal dan alergi.

3. Sangat membantu ketika anak saya proses Toilet Learning.. ompolnya tidak merembes ke kasur.

4. Kasur seperti baru terus

Yang belum punya sprei waterproof, yuuuuk dipesan..


https://www.facebook.com/tokospreiwaterproof






Pemesanan bisa hubungi :
@zilah kris
Whatsapp 085715157557
Pin BlackBerry 2B27735E


#spreiwaterproofnyaman
#spreiwaterproof
#spreiantiair
#balita #lansia
#ompol
#alergi #debutungau


pilihan bahan sprei waterproof motif : 










































































 

Wednesday, November 12, 2014

Tips Mengatasi Anak Susah Makan



Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering dikeluhkan orang tua, terutama para bunda.

Berbagai cara seolah tidak berhasil dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan.
Bahkan tak jarang para bunda menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya.
Setiap bunda selalu diliputi kekhawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya.
Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan.

Ketika si kecil berusia 6 bulan, saatnya mulai memberikan makanan padat pendamping ASI.
Saat inilah Bunda mesti lebih cermat memperhatikan pola makannya.

Mulai dari memberinya bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya.

Sayangnya proses ini tak selalu berjalan mulus, ada beberapa penyebab yg mambuat si kecil susah makan.

Biasanya ini terjadi ketika usianya memasuki tahun pertama.

Masalah tersebut biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja (picky eater), atau mengemut makanannya berlama-lama. Kondisi ini sudah barang tentu membuat ibu khawatir akan kecukupan gizi si kecil, mengingat mereka masih dalam masa tumbuh kembang.

Faktor penyebab seorang anak susah makan dikarenakan faktor fisik dan faktor psikis.

Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak.
Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.

Bagaimana mengatasinya?

Tips berikut mungkin dapat membantu Bunda;
 
1. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil.
Ingat, lambung si kecil belum mampu menampung makanan terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sedikit demi sedikit.

2. Variasi makanan.
Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati Bunda memilih makanan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya.

3. Sajikan dengan menarik
Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan menarik. Misalnya, mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear atau bebek kecil. Contoh: Makanan Unik

4. Jadikan saat makan menyenangkan
Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak. Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan. Dan bukan tak mungkin menimbulkan trauma psikologis baginya.

5. Makan teratur
Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi dan sebagainya.

6. Beri cemilan sehat
Setelah bisa berjalan, si kecil gemar bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam. Misalnya saja bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, sus mini isi fla coklat, donat tabor keju, dan sebagainya.

7. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak. Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan.

8. Libatkanlah anak untuk menyiapkan makanan.
Misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, anak bunda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila bunda mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontoh pola makan bunda sebagai orang tua.

9. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah.
Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Bunda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak bunda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat bunda ganti sebagai makanan penutup.

10. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan.
Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila anbunda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.