Wednesday, November 12, 2014

Tips Mengatasi Anak Susah Makan



Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering dikeluhkan orang tua, terutama para bunda.

Berbagai cara seolah tidak berhasil dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan.
Bahkan tak jarang para bunda menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya.
Setiap bunda selalu diliputi kekhawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya.
Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan.

Ketika si kecil berusia 6 bulan, saatnya mulai memberikan makanan padat pendamping ASI.
Saat inilah Bunda mesti lebih cermat memperhatikan pola makannya.

Mulai dari memberinya bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya.

Sayangnya proses ini tak selalu berjalan mulus, ada beberapa penyebab yg mambuat si kecil susah makan.

Biasanya ini terjadi ketika usianya memasuki tahun pertama.

Masalah tersebut biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja (picky eater), atau mengemut makanannya berlama-lama. Kondisi ini sudah barang tentu membuat ibu khawatir akan kecukupan gizi si kecil, mengingat mereka masih dalam masa tumbuh kembang.

Faktor penyebab seorang anak susah makan dikarenakan faktor fisik dan faktor psikis.

Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak.
Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.

Bagaimana mengatasinya?

Tips berikut mungkin dapat membantu Bunda;
 
1. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil.
Ingat, lambung si kecil belum mampu menampung makanan terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sedikit demi sedikit.

2. Variasi makanan.
Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati Bunda memilih makanan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya.

3. Sajikan dengan menarik
Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan menarik. Misalnya, mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear atau bebek kecil. Contoh: Makanan Unik

4. Jadikan saat makan menyenangkan
Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak. Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan. Dan bukan tak mungkin menimbulkan trauma psikologis baginya.

5. Makan teratur
Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi dan sebagainya.

6. Beri cemilan sehat
Setelah bisa berjalan, si kecil gemar bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam. Misalnya saja bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, sus mini isi fla coklat, donat tabor keju, dan sebagainya.

7. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak. Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan.

8. Libatkanlah anak untuk menyiapkan makanan.
Misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, anak bunda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila bunda mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontoh pola makan bunda sebagai orang tua.

9. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah.
Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Bunda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak bunda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat bunda ganti sebagai makanan penutup.

10. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan.
Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila anbunda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.

Tuesday, November 11, 2014

Ingin punya anak lebih cerdas?

Anak merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang harus kita jaga dan rawat dengan baik. Bagi pasangan yang sudah menikah, memiliki anak merupakan kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Mereka juga tentu sangat menginginkan agar anaknya tumbuh sehat dan dapat membanggakan orang tuanya. Anak cerdas merupakan harapan semua orang tua. Berbagai tips dapat membantu mencerdaskan otak anak anda. Lalu, apa saja tips agar anak lebih cerdas sekaligus selalu sehat....???.

Sahabat, berbagai prestasi yang diperoleh oleh anak, rasanya tidak lepas dari peran orang tuanya. Berbagai pelajaran baik dan selalu menumbuhkan motivasi merupakan dua hal yang sangat perlu diberikan untuk anak anda.

Berikut ini 7 tips agar anak lebih cerdas dan selalu sehat :

1. Berikan ASI Pada Waktu Bayi. Air Susu Ibu (ASI) dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak anda. Untuk itulah, penuhilah nutrisi yang lengkap pada anak saat BALITA dengan air susu ibu.

2. Berikan Permainan Untuk Mengasah Otak Anak Anda. Mengisi teka-teki silang merupakan salah satu alternatif permainan yang mampu melatih kecerdasan otak anak anda.

3. Ajak Anak Untuk Ikut Berolahraga. Menurut sebuah studi yang dilakukan di University of Illinois menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik yang di miliki oleh seorang anak.

4. Berikan Makanan Yang Bernutrisi Tinggi. Dalam hal ini, aneka sayuran yang bewarna hijau serta buah-buahan sangat baik untuk dikonsumsi oleh anak anda. Serta hindarilah untuk memberikan berbagai makanan instan atau siap saji (Junk Food).

5. Ajarkan Dan Tanamkan Hobi Membaca Pada Anak Anda. Membaca bermanfaat untuk meningkatkan pembelajaran, menambah wawasan serta meningkatkan kemampuan kognitif pada anak anda.

6. Siapkan Selalu Sarapan Pagi Yang Bergizi. Berbagai manfaat sarapan pagi bagi anak yaitu mampu meningkatkan memori otak, kosentrasi dan minat untuk mempelajari berbagai pelajaran di sekolah dengan sangat baik.

7. Berikan Ilmu-Ilmu Baru Yang Berdampak Positif Bagi Anak. Jika anda berbakat bermain musik atau berbakat pada bidang lainnya, maka tak ada salahnya mengajarkan ilmu tersebut pada anak anda. Hal ini tentu saja memberikan ilmu baru dan berdampak positif bagi anak anda.

#TipsCerdas

Salam
Bunda zilah

Friday, October 31, 2014

Mencegah Asma: Hindarkan Bayi Anda dari Tungau Debu

TEMPO Interaktif, Isle of Wight - Menghindari makanan tertentu dan tungau debu selama bulan-bulan pertama kehidupan bayi dapat membantu mencegah asma. Demikian temuan peneliti Inggris seperti dikutip Medical News Today 14 Juni 2010. Tungau debu (Dermatophagoides pteronyssinus) merupakan binatang sejenis kutu yang ukurannya sangat kecil, berwarna merah sering terdapat pada kulit ayam.

Profesor Syed Hasan Arshad dan rekannya dari Pusat Alergi dan Asma David Hide, Isle of Wight, Inggris telah melacak 120 anak sejak tahun 1990 di Studi Pencegahan Primer Isle of Wight. Anak-anak -- yang memiliki dua atau lebih anggota keluarga yang memiliki gangguan alergi -- dianggap berisiko tinggi terkena penyakit alergi.

Profesor Arshad mengatakan: "58 bayi sampai satu tahun dan ibu mereka pada kelompok pencegahan mengikuti diet yang menghindari produk susu, kedelai, dan kacang. Kami memeriksa kepatuhan mereka dengan pengujian ASI secara acak."

Bayi juga diberikan selimut dan kasur vinil (serat sintetis), serta acracide yang digunakan untuk mengurangi tingkat tungau debu. Para ibu dari 62 bayi dalam kelompok kontrol tidak membuat perubahan untuk makanan mereka dan juga tempat tidur (kasur dan selimut).

Para peneliti menemukan bahwa di kelompok pencegahan, pada anak umur satu, dua, empat, dan delapan tahun, terjadi penurunan atopy (reaksi alergi segera) secara konsisten. Pada usia 18 tahun, terdapat lebih sedikit asma pada kelompok pencegahan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis lebih lanjut mengenai asma alergi dan asma non-alergi menemukan tingkat yang lebih rendah asma alergi pada kelompok pencegahan.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya telah menunjukkan kompleksitas asma dan pentingnya interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan pada khususnya, tetapi tidak eksklusif, di tahun-tahun awal kehidupan. Atopy ini bisa dibilang faktor risiko genetik untuk asma yang paling signifikan. Meskipun upaya intensif untuk mengembangkan pengobatan baru, asma masih merupakan penyakit yang tak tersembuhkan.

Wednesday, October 15, 2014

tahapan perkembangan membaca dan menulis anak

Sudah mulai memasuki masa penerimaan siswa baru niy..
Orang tua sudah mulai galau..
Salah satunya pertanyaan yang sering muncul..


“Anak saya umurnya sudah 5 tahun, tapi dia belum lancar membaca. Tulisannya juga masih jelek. Padahal untuk masuk SD favorit yang diincar, dia harus menjalani tes membaca, menulis, dan matematika! Tiga bulan lagi kami sudah harus mendaftarkannya… Bagaimana ini?”

Membaca, menulis, dan berhitung dahulu baru mulai diajarkan pada tahun pertama sekolah dasar. Saat itu usia masuk SD yang berlaku secara luas adalah 6,5-7 tahun. Tetapi sekarang, banyak SD yang mensyaratkan anak sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung untuk dapat diterima di sekolah tersebut. Usia memulai pendidikan dasar juga telah bergeser; anak yang belum genap berusia 6 tahun sudah dapat diterima di beberapa SD tertentu. Fenomena ini tidak jarang menimbulkan kepanikan orangtua, ditambah lagi dengan menjamurnya kursus-kursus baca-tulis-hitung yang ditujukan untuk anak usia prasekolah. Benarkah anggapan bahwa “lebih cepat lebih baik”? Kapan sebenarnya anak siap untuk belajar hal-hal di atas?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengenal tahapan normal perkembangan membaca dan menulis pada anak. Pada tiap tahapan, ada beberapa aktivitas yang dapat kita lakukan bersama anak untuk menunjang perkembangan baca-tulisnya.

Membaca dan menulis
Usia 2-4 tahun
Anak usia prasekolah masih sibuk mengembangkan kemampuan bicara dan bahasanya. Perkembangan bahasa terkait erat dengan perkembangan kemampuan membaca di kemudian hari. Pada usia ini, membacalah kepada anak Anda sesering mungkin untuk menumbuhkan minat bacanya dan memperluas kosakatanya. Lebih rinci mengenai perkembangan bicara dan bahasa dapat dibaca di sini.
Pada usia ini anak dapat mulai mempelajari keterampilan motorik halus dasar yang diperlukan untuk belajar menulis nantinya (pre-writing skills). Keterampilan-keterampilan tersebut misalnya belajar menarik garis, menggambar lingkaran, dan menghubungkan titik-titik. Mewarnai juga menunjang perkembangan keterampilan ini. Gunakan alat tulis dengan pegangan gemuk agar lebih mudah dipegang oleh anak.

Usia 4-5 tahun: Pre-reading skills
Usia taman kanak-kanak adalah usia yang baik untuk memperkenalkan anak pada dasar-dasar baca-tulis (pre-reading skills): pengenalan huruf dan angka, mendengarkan sajak berima, mencocokkan kata-kata dengan bunyi awal atau akhir yang sama (“buku” dan “bulan,” “tarik” dan “naik”). Bila anak sudah dapat mengeja suku kata (“b-a, ba”), tidak lama kemudian ia akan dapat membaca kata-kata sederhana (ibu, sapi, babi). Pada usia ini baik juga untuk memperkenalkan anak pada bagian-bagian buku: sampul depan, judul, pengarang, sampul belakang.

Anak mungkin mulai tertarik untuk menulis beberapa huruf dan angka. Ia makin nyaman menggunakan alat tulis. Untuk menunjang keterampilan ini, anak dapat diberikan permainan mencari jalan atau menghubungkan titik-titik untuk membentuk huruf dan angka.

Usia 6-7 tahun: Belajar membaca dan menulis
Pada tahun pertama SD, makin banyak kata yang dibaca oleh anak. Anak mulai dapat mengenali kata tanpa harus mengeja terlebih dahulu dan mengerti makna sebagian besar kata dan kalimat yang dibacanya. Pada pertengahan tahun pertama, ia dapat membaca sendiri buku-buku sederhana. Pada usia ini, sediakan untuk anak bacaan yang bervariasi, dapat berupa buku atau majalah. Manfaatkan perpustakaan sekolah semaksimal mungkin.

Pada usia ini anak sudah mahir memegang pensil atau pena. Pada akhir masa ini, anak sudah mahir menulis, dengan tulisan yang dapat dibaca.

Usia 7-8 tahun: Belajar membaca tingkat lanjut
Makin banyak kata dan kalimat yang telah dibaca oleh anak usia ini. Dengan membaca, anak memperluas kosakata dan pengetahuannya tentang dunia di sekitarnya. Anak dapat membaca keras-keras dengan ekspresi dan sudah memiliki preferensi buku atau cerita yang disenanginya. Bila membaca cerita, anak sudah dapat mengidentifikasi tokoh, setting, dan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Pada akhir masa ini, biasanya anak sudah dapat membaca sendiri dengan lancar.

Usia 8 tahun ke atas
Setelah usia 8 tahun, anak sudah mahir mempergunakan keterampilan membacanya untuk belajar baik di dalam maupun di luar sekolah. Pada usia remaja, anak sudah mengerti sepenuhnya apa yang dibacanya. Jenis bacaannya pun bervariasi, mulai dari fiksi hingga nonfiksi.

Saturday, October 11, 2014

Tips Mengatasi Balita Ngompol

Pada umur 3 tahun, tiga dari empat anak sudah tidak mengompol pada malam hari.

Jika anak kita masih ngompol, bisa di coba beberapa cara ini...

1. jangan menampakkan raut muka marah atau kesal. mari ajak anak untuk mengganti sprei yg terkena ompol.. (etapi, kalau pakai sprei waterproof kan cukup ngelap ompol aja yah....)
bisa dengan mengganti baju kesayangannya.. sambil diomongi "adek pipisnya di toilet ya, klo pipis di celana spreinya jadi basah, baju adek juga basah" =====> dilakukan berulang2 setiap si kecil ngompol..

 2. ajarkan anak mengenali rasa ingin pipis dan ajarkan cara membuka celana. bikin rutinitas pipis sebelum tidur dan segera ketika bangun tidur. =======> JANGAN membangunkan anak di malam hari untuk pipis ke toilet, ini tidak memberi kesempatan anak untuk mengenali rasa ingin pipis.

3. ketika anak ngompol, bawa ke toilet untuk melanjutkan pipisnya atau langsung membersihkan badannya.

4. berikan sarana penduduknya, misal belikan alas duduk closet untuk anak (ada yg portable)

5. Berikan pujian dan pelukan setiap anak berhasil tidak ngompol. hal ini akan memotivasi anak.


Tuesday, October 7, 2014

Bikin Playdough di Rumah

Mainan playdough memang sangat disukai anak-anak..

melatih otot tangannya, belajar menekan, meremas dan membuat bentuk serta mengenal warna..

bunda bisa lho bikin playdough bersama si kecil, dirumah :)

Bahan2 nya mudah didapat di dapur bunda koq..

Resep bikin playdough
1 1/2 gelas tepung terigu
1/2 gelas garam dapur
1/2 gelas air
1/4 gelas minyak goreng
Kunyit untuk pewarna kuning
Daun pandan suji untuk pewarna hijau (bisa jg menggunakan pewarna makanan)

Cara bikinnya, tepung terigu dan garam dicampur dan aduk sampai rata.. 
kemudian masukkan minyak dan air..
aduk sampai tercampur rata..
pisahkan menjadi 3 bagian..
Untuk kemudian di beri warna..

selamat bermain..
Ayooo bikin bentuk kesukaanmu bersama bunda..










Liburan ke sea world Ancol

Bulan juni 2014 yang lalu..

Kami jalan-jalan ke sea world Ancol..

Kami sengaja datang pagi, supaya lebih leluasa melihat lihat biota laut, sebelum pengunjung membanjiri lokasi..

Dan yang pasti, supaya bisa melihat "fish feeding"

Ketika jam 10.45 pengunjung sudah mulai berkumpul didepan aquarium utama..
Seperti biasa, ada challenge dari kakak pemandu

Surprise banget..
Anja yang berada dibarisan paling depan bersama adek zahra.. berani dan percaya diri menjawab pertanyaan..

 
Good job anja..



Liat kakak penyelam lg kasih makan ikan.. seru yah...

 

Yang tak boleh ketinggalan adalah menengok teh parni (alm)